Home / Artikel dan Opini / RAJAB MENANAM, SYA’BAN MENYIRAM, RAMADHAN MEMANEN

RAJAB MENANAM, SYA’BAN MENYIRAM, RAMADHAN MEMANEN

Kalimat di atas dinukil oleh Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab Latha’ifu Al Ma’arif Fi Ma Limawasim Al ‘Am minal Wadza’if dari pandangan sejumlah ulama, salah satunya Abu Bakar Al Warraq Al Balkhi.

Perumpamaan itu menjadi dorongan agar kita bersiap menanam benih amal di Bulan Rajab, menyirami dan memelihara amal itu di Bulan Sya’ban, serta semakin giat beribadah untuk menyambut masa panen pahala di Bulan Ramadhan.

Di Bulan Rajab, sudah seharusnya kita menanam segala kebaikan yang kita mampu. Rajab juga menjadi bulan latihan sebelum datangnya Ramadhan. Setelah sebulan penuh menanam dan melatih diri, tiba di Bulan Sya’ban untuk menyirami dan menumbuhkan amal ibadah yang sudah dilakukan.

Merawat di sini adalah menjauhkan ibadah kita dari sifat riya’, niat selain Allah SWT, hawa nafsu, dan rasa malas. Dengan merawat dan membiasakan amal ibadah yang awalnya mungkin terasa berat, seperti Sholat Tahajud dan Dhuha, itu berarti kita sudah siap untuk melangkah ke Bulan Ramadhan dan memanen yang sudah kita tanam.

Pada Bulan Ramadhan, saatnya kita menuai pahala dari amal ibadah yang biasa kita lakukan dengan istiqomah. Sangat disayangkan kalau justru di saat Ramadhan, kita baru mulai melatih diri untuk beribadah dan melakukan amal kebaikan.

Ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan dari sekarang sebagai latihan menyambut Ramadhan, di antaranya memperbanyak puasa sunnah, membaca Al Qur’an, dan melakukan amal kebaikan seperti sedekah atau berwakaf.

Ayo, persiapkan diri dan kuatkan hati untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan!

Check Also

Kembalinya Shalat ke Hagia Sophia dan Makin Tingginya Suara Menuntut Kembalinya Khilafah!

Soal: Kita tahu bahwa Muhamamd al-Fatih rahimahullâh ketika menaklukkan Konstantinopel, ia menjadikan Hagia Sophia sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *